RSS

Allah sayang kita, without limits

02 May

Saya bukanlah orang yang terbaik untuk menterjemahkan perasaan di atas dalam bentuk kata-kata. Tapi cuba juga, moga pointnya sampai kepada yang membaca.

I’ve gone through some incidents for the past few weeks. Yang bila direnungi kembali, bukan saja-saja Allah letakkan saya dalam situasi-situasi ini. Sekadar berkongsi, moga Allah mengampuni kekhilafan diri.

I was on my way to a friend’s place, on a microbus. As usual, i had prepare LE1.25 in my hands for the fare before I took the ride. Coins. Why, because i feel it is so troublesome to find my wallet in my big bag loaded with books in the extremely-efficient vehicle. What happen was, the driver got so excited and sped up, but suddenly made an emergency brake. The coins slipped from my hands and I lost them! (it was at night, couldn’t find it). Left with no choice, I had to perform the so-called troublesome chore with  sigh and feeling of disatisfaction. Rendahnya iman masa tu. Muka berkerut, mulut merungut, hati tak puas hati. Kenapalah masa ni juga duit tu nak jatuh? sabar je… (ni bukan sobru jamil).

I got down, and there should be another 10 minutes walk to reach the place. A peaceful walk I supposed, that Allah allows me to think n reflex. And I got the answer. Saya tak bersedeqah lagi hari ni, dan saya juga lupa untuk bersedeqah semalam. Maka cerebrum bergegas mencari alasan. ‘Oh, sebab semalam ada LE100 sekeping, dan tiada fakkah’ (duit kecil). Lepas tu hati bersuara, ‘alasan yang sungguh tidak munasabah’. Kenapa bila nak beli roti untuk dimakan, boleh keluarkan LE5, tapi untuk beri LE5 pada yang memerlukan (mungkin mereka beli roti juga), tak sanggup. Again, rendahnya iman. Kesimpulannya, sebab tu Allah takdirkan duitku jatuh dalam microbus, sebagai peringatan. Harta bukan untuk disayangi. Bila duit tu jatuh dan hilang begitu saja, we got nothing in return. Sedangkan kalau disedeqahkan, insyaAllah ajr dan redhaNya menyusul.Allah sayang kita, sebab tu Allah rugikan kita sikit di dunia, supaya kita sedar dan cari keuntungan untuk akhirat.

Another case, bila mulut sering mengungkapkan janji-janji manis. Bila hati berazam nak tunaikan janji tapi tiada tindakan susulan. Thus, He creates a situation to enable me to perform what I have promised. Eventhough it seems that I was obliged to do it, not really coming from the bottom of my heart. Tapi kalau digeledah hikmahnya, baru rasa kesannya pada hati.

I kept saying to my juniors “InsyaAllah bila free akak datang rumah korang”. Tapi gagal. Why? Not because I’m too busy or occupied 24/7. But simply because I chose rest and relax instead of doing visits (ziarah). I chose my own leisure instead of fulfilling hak-hak ukhti saya.  Ziarah tu kan hak dalam ukhuwwah. Hak yang berhak untuk ditunaikan. Bukan untuk diambil mudah dan dipandang enteng (which was what I did).

Tiba-tiba, suatu hari…a friend of mine asked for a favour. “I just came back from Australia and I met someone there. She has a sister here taking medicine, and she got something for her sister. Her name is …………. Do you know her?” Yes I do! It happens to be the junior which I kept promising to visit.  My friend continued “Barang ni kena bagi awal ni, sebab akak tengok chocolate tu nak dekat tarikh expired”. Oh, I see.

Maka disebabkan oleh expiry date yang makin hampir, saya pun terpaksalah hantar barang tersebut, sekaligus menunaikan hak ziarah. Told you ‘not really coming from the bottom of my heart’  unquote. Alhamdulillah, ziarah berjalan penuh ceria. daripada satu rumah jadi dua. On my walk home, a peaceful walk I supposed….tiba-tiba a sense of embarassment appeared. Embarassed to Allah.Embarass tyang sangat-sangat.

Kenapa ye? Sebab malasnya saya, reluctantnya saya, bertangguhnya saya untuk menunaikan hak ukhti-ukhti saya sampaikan Allah wujudkan barang yang hampir expired supaya  saya terpaksa ziarah ukhti saya. Hati cepat-cepat tajdid (perbaharui)  niat, moga ziarah tadi walaupun permulaannya bukanlah sofaa’ al-ibtida’ (permulaan yang baik), ikhlas Lillah maksud saya, tapi dengan tajdid niat, besarlah harapan agar dapat juga mendatangkan redhaNya.

Once more, I realized. Chocolate yang hampir expired tu besar maknanya. Bukan hanya untuk diberikan kepada penerimanya dan selesailah tugas. Tapi lagi satu peringatan yang Allah bagi kepada diri yang alpa ini, ukhuwwah fillah itu bukan sekadar tuturan lidah, juga bukan coretan nota, tapi lebih dari itu, terjemahan amal yang dituntut. Tuntutan untuk meninggalkan maslahah peribadi dan mengutamakan hak Allah dan RasulNya, juga hak saudara seakidah dengan kita. Allah sayang kita..sebab tu Allah penatkan kita sikit di dunia, supaya kita boleh rehat di akhirat.

Allah sayang kita, sebab tu Allah letakkan kita dalam situasi2 yang mungkin macam menyusahkan kita. Tapi sebenarnya situasi2 ini datang sebagai peringatan….ada hak-hak yang perlu dan mampu kita tunaikan tapi kita lupa. Supaya bila hak-hak ini tertunai, kita lebih dekat denganNya. Bukankah itu impian kita? Sedarlah wahai diri, Allah sedang tunaikan impian kita, sebab Allah sayang kita, wihout limits.

 
7 Comments

Posted by on May 2, 2009 in Sharing is caring

 

7 responses to “Allah sayang kita, without limits

  1. raihana

    May 2, 2009 at 9:04 am

    jazakillah ukhti, peringatan yg sangat2 terkesan. Minta maaf atas hak2 ukhuwah yg tidak tertunai. Teruskan menulis entry2 yg mendidik jiwa

     
  2. ikah

    May 2, 2009 at 11:36 am

    Astagfirullahhalazim..betapa terkesannya perkongsian anda..moga2 diharapkan segala yg saya baca ini mampu meningkatkan rasa cinta yg lebih mendalam kepada Allah dan Rasulullah saw juga terhadap anugerah agama islam sebagai pegangan hidup saya..~mohon keizinan dari saudari untuk saya copy n paste ur entry to my blog~saya hanya ingin entry ini menjadi perkongsian yang hakiki terutama untuk bekalan di akhirat nanti, insya-Allah..jzkk~

     
    • antaradua

      May 3, 2009 at 10:07 pm

      Assalamualaikum ikah, ukhtuna filislam…moga dalam redha Allah sentiasa.. maaf lmbt memberi respons.. Silakan meng’copy’ artikel ini, ANTARADUA sangat mengalu-alukan..
      cuma minta disertakan skali link ke blog ini bersama paparan artikel, jazakillah khairan.

       
  3. Jackster

    May 3, 2009 at 6:00 pm

    amat bersetuju =)

     
  4. shama hasraqim

    May 3, 2009 at 8:33 pm

    cam terkena pd btg idung sndiri…astaghfirullahalazim…tq=)

     
  5. ukhti

    May 4, 2009 at 4:39 pm

    salam..
    peringatan yang sangat2 berkesan..jzkk
    sayangnya Allah pada kita tersangat sayang tetapi bagaimana dengan kita??
    ~menginsafi kekhilafan diri~

     
  6. fahimah_nufa

    June 16, 2011 at 12:26 pm

    betape besarnye kasih sayang Allah t’hadap hambanya wlaupun hamba2nya selalu sangat lupakan akan Pencitanya….moge dibuat p’ingatan tuk diri sndiri…..syukran jazilla…..

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: